ruhul istijabah II

Bismillah.

“Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.“ (QS. Ar-Ra’du: 18).

Dulu saya pernah menulis entri bertajuk ruhul istijabah (link ini : https://mylittlepencil.wordpress.com/2011/10/05/ruhul-istijabah/)

Ruhul istijabah adalah satu kerisauan dalam diri kita yang patut dipertimbangkan terutama pada yang bergelar kader dakwah. Dakwah dan tarbiyyah selamanya akan terpatri dalam nafas dan jiwa kita selama kita tidak menghentikan lafaz syahadah dan membubarkan ikatan janji yang diikat dengan Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah kalau sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (Q.S. Al-Anfal : 24)

Ruhul istijabah ini tidak akan dapat dirasa bagi mereka yang tidak meng’hidup’kan dakwah dan tarbiyyah. Bagi mereka yang juga  tidak merasakan dakwah dan tarbiyyah ini adalah penyebab kehidupan yang terbaik di atas muka bumi, ruhul istijabah mereka akan bertukar menjadi ruhul yang buruk.

Sebagaimana yang kita pelajari dalam qawaid dakwah, dakwah ini adalah tanggungjawab termulia  yang dianugerahkan oleh Allah kepada seorang manusia. Tanggungjawab ini tidak boleh digalas oleh manusia yang tidak mempunyai ruh untuk bergerak, berubah dan melakukan perubahan.

Kita bukan sekadar ruh ruh baru yang mengalir dalam jasad ummah, malah kita juga ruh ruh yang begitu bersemangat untuk menyambut apa jua panggilan dakwah tidak kira apa jua bentuk dan keadaannya, tidak kira pada bila masa dan tempatnya. Lalu, kita mesti sedar bahawa ruhul istijabah ini terpelihara dalam penjagaan Allah terhadap hamba-hambaNya yang berhak memiliki.

Tidaklah angkatan ruhul istijabah ini terdiri dari kalangan orang-orang yang begitu lemah dalam bermujahadah dan begitu banyak alasan. Mereka ini golongan manusia yang akan terus menjadi agen pengubah yang terus melakukan perubahan pada diri sendiri dan ummat manusia. Mereka ini ibarat embun jernih di subuh hari yang begitu menyegarkan!

Angkatan ruhul istijabah ini benar-benar serius dalam memikul dan teliti dalam setiap amal mereka. Mereka akan membersihkan diri dengan tarbiyyah dzatiyyah yang hebat. Mereka membawa cahaya agama di tengah kegelapan ummah masyarakat ini. Merekalah golongan manusia yang benar-benar bersedia untuk berada dalam bahtera penyelamat!

 Imam Hasan Al Banna : “Kamu adalah ruh baru, kamu adalah jiwa baru yang mengalir di tubuh ummat yang menghidupkan tubuh yang mati itu dengan Al-Qur’an.”

Ruhul istijabah bukanlah ruh yang begitu mudah mati. Ya, adakalanya mereka juga akan futur tetapi mereka akan bangkit kembali dan mencari peluang peluang untuk beramal dan sentiasa berebut untuk melakukan hasanat. Ruhul istijabah ini bukan sekadar terlihat pada luaran mereka, malah dalaman mereka terlebih dahulu memancarkan ruh tersebut.

magnet-1_1

Golongan ruhul istijabah ini akan menjadi jazabiyah (magnet/tarikan) orang di sekeliling mereka. Ketika mana orang sekeliling mereka ini kelesuan atau bermalas-malasan untuk menyahut seruan dakwah, apabila mereka mendekat kepada golongan ruhul istijabah ini, serta-merta ruh kelesuan itu juga bertukar. Barulah beban dakwah yang berat ini akan menjadi ringan apabila dipikul bersama-sama, bukanlah hanya pada penama tertentu.

Sampai satu tahap, golongan ruhul istijabah ini akan merasa begitu bahagia menjawab seruan dakwah. Fokus mereka kepada dakwah. Idea-idea mereka memajukan dakwah. Harta-harta mereka disumbangkan kepada dakwah. Ketaatan diri mereka milik Allah dan dakwah. Mereka beremosi dengan dakwah.

“Hai orang-orang yang beriman, Apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. dan kalimat Allah Itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Berangkatlah kamu baik dalam Keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”. (QS. At-Taubah 38-41)

Ah, segala-galanya dakwah!

Ketahuilah, bahawa musuh amat gerun akan angkatan ruhul istijabah ini. Ruhul istijabah inilah generasi pelapis yang akan meneruskan agenda dakwah dan tarbiyyah (mereka akan sentiasa membina).

Imam Malik R.A berkata : “Urusan generasi penerus umat ini tidak akan baik kecuali apabila diatur dengan institusi yang digunakan oleh generasi pertamanya.”

Angkatan ruhul istijabah ini tidak menzalimi para dua’t yang lain dengan memberikan beban kerja mereka kepada orang lain (mereka kerap merasai diri mereka tidak layak untuk menggalas beban dakwah ini/sibuk menunding jari kepada orang lain). Angkatan ruhul istijabah ini mestilah yakin bahawa mereka adalah sebaik baik ummat yang difirmankan oleh Allah. Bukan untuk membangga diri, tetapi mereka perlu tsiqah pada diri masing-masing.

Ingatlah pada salah satu pesanan Rasulullah saw : “Siapa yang lembab beramal tidak akan dipercepat oleh nasabnya.”

Duduk di dalam jemaah dakwah bukanlah begitu mudah untuk kita hanya mengharap pada nama jemaah untuk menyebarkan dakwah di alam ini. Diri mereka sendiri juga perlu memajukan kemampuan diri (isti’ab) secara dalaman mahupun luaran.

Ketika kita masih berada dalam fasa selesa begini (fasa seorang pelajar: masa mudah disusun, duit ada, senang untuk ke sana ke mari, ikhwah dan akhawat sentiasa berada di sekeliling kita), kita merasakan ruhul istijabah kita telah sempurna sedangkan masih banyak yang kita perlu belajar dan bersedia untuk menerima apa jua panggilan dakwah pada masa hadapan.

Saya yakin, pada masa akan datang beban dakwah ini akan kian memberat apabila kita sudah mula dikenali masyarakat. Dakwah, tarbiyyah, usrah mula menjadi perbualan masyarakat. Jemaah pula giat melakukan usaha-usaha yang berkaitan masyarakat dan negara.

Saya tertanya-tanya, apakah kita generasi pemuda pemudi dakwah ini bersedia untuk mendepani masyarakat sekiranya ruhul istijabah kita kering ibarat padang pasir yang gersang?

Kita tidak akan dapat lari daripada melakukan pengorbanan kerana memang itu sunnahnya berada atas jalan ini. Jangan kita biarkan manusia lain terkorban dek kerana kita yang tidak mahu berkorban. Tiada penangguhan lagi untuk menjadi angkatan ruhul istijabah ini.

Mari, kita jawab panggilan-panggilan dakwah kerana di sanalah kita bakal mencapai keredhaan-Nya! Selama kita belum lagi mencapai husnul khotimah, selagi itu kita akan berpenat lelah.

Nah, hadiah dari Allah buat mereka yang menjawab panggilan dakwah,

“Barang siapa beramal solih baik laki-laki maupun perempuan sedangkan ia beriman maka Kami pasti akan beri kehidupan yang baik dan Kami balas dengan balasan yang lebih baik dari apa yang ia kerjakan.” (Al-An’am: 97)

sekian,
mylittlepencil

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s