alkisah dari Yaman

Bismillah.

Salam dakwah buat semua.

Jom baca entri hari ini.

***********************

Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang Musyrik Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari, tetapi mereka tidak mengecualikan (dengan mengucapkan ” InsyaAllah” )

( 68 : 17-18 )

Alkisahnya, pada zaman dahulu, sebelum datangnya Islam, terdapat satu kisah yang Allah mahu ceritakan kepada kita semua, tentang kelakuan pewaris   (anak-anak mereka) pemilik-pemilik kebun yang hanya sekadar berniat untuk tidak memberi sedeqah kepada orang-orang miskin keesokan harinya. Sedangkan, ayah mereka dahulu selalu memberikan sedeqah kepada faqir miskin.

Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur. Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita

( 68 : 19-20 )

Bencana yang tidak  mereka ketahui. Hanya sekelip mata sahaja Allah melenyapkan harta mereka meskipun mereka hanya  sekadar berniat. Allah membakar kebun mereka sehingga menjadi hitam seperti gelapnya malam yang meliputi bumi ini. Subhanallah, Maha Suci Allah, besar sungguh kuasa-Nya yang mampu berbuat apa saja. Kun fayakun.

lalu pada pagi hari mereka saling memanggil. ” Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.” Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik. ” Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu.” Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).

( 68 : 21-25 )

Lalu, pada keesokan harinya, mereka semua berangkat ke kebun untuk mengutip hasil. Awal-awal pagi lagi mereka sudah bersiap sedia untuk berangkat. Sewaktu dalam perjalanan sempat lagi mereka membicarakan tentang niat keji mereka itu. Mereka tidak mahu bersedeqah, meskipun mereka adalah golongan yang mampu.

Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata, ” Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat, Bahkan kita tidak memperoleh apa pun.”

( 68 : 26-27 )

Alangkah terkejutnya mereka tatkala melihatkan keadaan kebun mereka itu. Musnah segalanya. Sehingga tidak ada satu apa pun yang tertinggal.  Namun, adakah mereka mengambil iktibar ?

Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, ” Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu). Mereka mengucapkan, ” Mahasuci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”

( 68 : 28-29 )

Terdapat salah seorang daripada mereka, yang lebih baik , yang lebih baik pendapatnya. Dia berpesan kepada rakan-rakannya yang lain agar kembali kepada Allah. Mereka akui segala kesalahan mereka, dan bertasbih kepada Tuhan yang Maha Esa.

Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan. Mereka berkata, ” Celaka kita ! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas.

( 68 : 30-31 )

Namun begitu, mereka masing menyalahkan antara satu sama lain berikutan hal yang terjadi. Masing-masing saling menunding jari kepada yang lain. Apakah mereka tidak menyedari hakikat yang sebenarnya adalah mereka semua bersalah. Sewajarnya, mereka akui semua kesalahan mereka di atas niat jahat mereka itu tadi.

Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.” Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.

Kisah ini tidak diturunkan sia-sia. Ada pengajarannya buat penduduk Makkah ketika itu dan juga untuk kita sekarang. Bukanlah kisah tauladan ini sekadar hanya untuk mereka-mereka yang memiliki kebun.

Ketika itu, Allah telah melimpahkan nikmat kepada penduduk Makkah kerana bertujuan untuk melihat sama ada mereka bersyukur atau tidak. Allah menceritakan kisah ini kepada mereka agar mereka mempelajari sesuatu. Kerana sebagaimana yang terjadi kepada pemilik-pemilik kebun itu tadi, akan terjadi jua kepada mereka andai mereka bersikap seperti itu.

Untuk kita ?

Allah ingin mengingatkan kepada kita agar sentiasa bersyukur atas segala nikmat-Nya. Harta, isteri dan anak-anak adalah dugaan kepada kita meskipun ia adalah nikmat.

Ingatlah, kesusahan itu sememangnya ujian, ini sangat senang untuk kita lakukan bukan. Bila sudah susah, senang sahaja kembali kepada tuhan. Tapi bila dilanda kesenangan dan nikmat yang tidak putus-putus, apakah keadaan kita masih sama ?

Susah dugaan, dan senang juga adalah dugaan.

Kedua-duanya diberi kepada kita untuk melihat sekuat mana hubungan kita dengan Allah. Adakah kuat ketika susah sahaja, atau senang sahaja ?

Seelok-eloknya dan seharusnya, hubungan dan kebergantungan kita dengan Allah kuat setiap masa, apatah lagi kita sebagai seorang daie.

Pengajaran yang kedua, azab di dunia ini hanyalah kecil sahaja. Azab di akhirat lebih patut kita takuti. Api neraka yang telah dipanaskan bertahun lamanya, Malaikat Malik yang menunggu bakal penghuni-penghuni neraka dengan muka yang amat bengis. Bahkan, jauh sekali untuk Allah melayan segala tangisan dan kesengsaraan kita kelak.

Cukuplah Al-Quran untuk menceritakan kita segalanya tentang kisah-kisah terdahulu. Kisah Kaum Ad, Tsamud, pemuda-pemuda Kahfi dan sebagainya. Segalanya diceritakan kepada kita untuk memberi pengajaran.

Kerana itulah Al-Quran bukan ?

Al-Quran diturunkan kepada kita untuk dijadikan panduan hidup sepanjang zaman. Bekalilah perjalanan dakwah dan tarbiyyah anda dengan Al-Quran, nescaya jiwa tidak akan sesekali gersang.

4 thoughts on “alkisah dari Yaman

    • afwan…tp tafsir surahnya tidak habis lagi kerana surah Al-Qalam byk part nya…ini baru part yang kedua dari surah ini, inshaAllah part seterusnya akan ana sambung di entri akan datang

  1. Assalamualaikum. Salam ukhwahfillah :D

    Alhamdulillah pencerahan yang baik, jelas dan insya Allah difahami.

    “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut didalamnya agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.” [Al A’raf:171]

    • waalaikumussalam ukhti…syukran atas pujian yang diberikan. Ana baru belajar menulis, dan sememangnya tidak pandai untuk terlalu memakai bahasa yang puitis…terima kasih atas lawatan anti ke blog ana yang tak seberapa ini ye. dan ayat AL-QURAN yang telah anti berikan kepada ana, sangat2 ana suka, moga jadi muhasabah buat kita berdua…inshaALLAH !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s