saat aku disapa kembali

Bismillah.

Salam dakwah kepada semua.

Buat akh dan ukht yang berada dalam jalan ini, ingin aku tanyakan kepada kamu semua, apakah kamu semua pernah disapa kembali oleh jahiliyyah saat sedang menikmati keharuman alam tarbiyyah ini ?

Diamkan jawapan kamu, dan izinkan aku menyambung penulisan ini.

*******************************

Tika aku mengaku, aku cintakan tarbiyyah, tetapi saat jahiliyyah mula mengetuk pintu hatiku, aku menerimanya.

Tika aku sedang berhibur dengan rona-rona alam tarbiyyah, jahiliyyah mula menyapa diriku kembali, dan aku menyambut kembali sapaan itu dengan begitu manis dan asyik.

Tika aku sedang membuai alam tarbiyyah, jahiliyyah menghulurkan tangannya, lalu aku jua menghulurkan tanganku.

Hati ini, penuh dengan tarbiyyah, penuh dengan azam dalam jalan dakwah, tapi hancur saat jahiliyyah mula menguntumkan cintanya dalam jiwa.

****************************

Inilah ‘hantu’ yang mengacau kita sepanjang berada dalam jalan ini. Menunjukkan syaitan tetap berusaha untuk merosakkan anak Kaum Adam sehingga tibanya hari kiamat nanti.

Ikhwah dan akhawat sekalian,

Terpilihnya kita berada dalam jalan tarbiyyah ini, bukan tanda kita ini bakal sunyi dari jahiliyyah.

Keberadaan kita dalam jalan dakwah ini, bukan tanda kita ini kumpulan ‘malaikat-malaikat kecil’ yang berada di bumi.

Kita masih jua manusia !

Tidak bebas dari jahiliyyah.

Cuma yang berbeda adalah, kita berada dalam satu sistem penyusunan manusia yang bertarbiyyah. Ada usrah. Ada daurah dan segala macam program.

Dari segi luaran, ada juga bezanya. Kita mengakui kita golongan yang berpakaian menutup aurat. Siap dengan sarung kaki dan sarung lengan bagi akhawat.

Namun begitu, adakah kita terpelihara dari jahiliyyah yang kita canangkan sendiri ? Yang kita lakukan seorang diri ?

Habis lah aku. Kalau ukhti nampak ni, malulah...”

Adakah kita terpelihara dari jahiliyyah-jahiliyyah yang kita sembunyikan dalam hati, yang kita katakan tersembunyi itu ?

Ayuh ikhwah dan akhawat,

Kita adalah manusia bertarbiyyah. Inti tarbiyyah adalah perubahan dari biasa menjadi luar biasa. Maka, perubahannya perlu kita mulai dari diri sendiri.

Dan di saat kita juga mahu merubah diri, serulah kepada yang lain perubahan yang ingin kita lakukan ini !

Berikan salam kepada mereka dengan kuntuman senyuman yang paling manis dan tunjukkan keindahan jalan ini kepada mereka !

Jadikanlah diri kamu berbeza dalam dan luarannya. Jangan hanya sibuk mendabik dada dan menunding jari kepada yang lain, kononnya mereka tidak mengerti tarbiyyah ini !

Sebaliknya tanya diri kamu, apakah aku benar-benar ikhlas dalam tarbiyyah ini ?

Apakah aku layak menentukan taraf mereka, sedang mereka jua adalah hamba Allah seperti aku ?

Bagaimana ketika saat kita disapa kembali ?

Bertaubatlah dan kembalilah ke jalan ini.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s