dari pagi ke petang

Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

Dengan izin Allah, dapat juga buat a nice sharing dengan akhawat di masjid negeri. Segalanya berjalan lancar. Kami bertiga sudah lama tidak membuka cerita, terutama apa yang dibuat ketika cuti. Maklumlah, masing-masing sibuk dengan hal sendiri.

Kami memulakan sharing dengan pembuka kata yang sangat menarik. ‘ Dia ‘ (rakan) memetik ayat 29 dan 32 dari surah Al-Anfaal.

”  Wahai orang-orang yang beriman ! Jika kamu bertaqwa kepada Allah, nescaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membezakan antara haq dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki kurnia yang besar (8:29)

Saya rasa ayat di atas sudah terang, jelas dan nyata. Tidak ada kata-kata selindung. Semuanya bisa kita fahami. Allah berfirman, jika kita bertaqwa, yakni takuta akan Dia, Dia akan membimbing hati kita dalam membezakan antara perkara baik dan tidak baik. dan di awal ayat, Allah menyeru kepada orang-orang yang beriman..

Siapa orang yang beriman ? Siapa lagi kalau bukan kita.

——————————————————————————————————————————–

Dan kami terus memasuki sesi tadabbur. Ayat yang dipilih adalah dari surah At-Taghabun, ayat 10-18.

Alkisahnya, memang semua ayat yang ditadabbur sangat menarik, sangat sedap dan menyentuh lubuk sanubari.

”  Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, nescaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ” (64:11)

Ayat ini menyuruh kita meyakini tentang sesuatu perkara. Meyakini agar kita bersangka baik dengan Allah walaupun musibah yang menimpa kita. Dan meyakini tentang Allah yang  berhak menentukan apa jua terhadap hidup kita termasuk musibah. Dan jika kita tetap beriman, maka petunjuk akan diberi oleh-Nya

” (Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah ” (64:13)

Ayat ini juga mengajar kita erti yakin. Yakin terhadap Allah yang Esa. Hanya Dia dalam hidup kita. Hanya kerana Dialah kita membuat segala perkara. Hanya kepada Dia ibadat kita layak dipersembahkan. Dan Allah menyeru kepada orang-orang yang beriman agar bertawakkal kepada-Nya. Meletakkan segala pergantungan kepada-Nya. Bukan hanya masa-masa tertentu, malah setiap masa.

” Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, nescaya Dia melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kami. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha penyantun ” (64:17)

Ya, dalam hidup ini kita telah banyak meminjam.

Meminjam dari siapa ?

Meminjam dari-Nya.

Meminjam apa ?

Meminjam segalanya.

Cuba anda teliti di sekeliling anda, adakah apa-apa barangan yang memang hak milik anda secara mutlak ?

Anggota badan yang anda gunakan setiap hari ?

Udara yang sedang anda hirup ?

Makanan yang telah anda makan ?

Ahli keluarga yang anda miliki ?

Masa yang sedang berjalan ?

Nyawa yang anda ada ?

Semuanya bukan hak kita. Kita telah membuat pinjaman dari-Nya. Pinjaman agung. Pinjaman yang tiada taranya. Pinjaman yang kita memang tidak akan mampu untuk membayarnya kembali.

Cuma Allah meminta kita meminjam dengan baik.

Bagaimana ?

Menggunakannya dengan baik. Dengan cara Islam. Dengan cara yang Allah redhai. Dengan cara perhambaan yang paling menyedari taraf dirinya.

Inilah tatacara peminjaman yang sepatutnya kita lakukan apabila kita meminjam dari Yang Maha Segala-galanya.

——————————————————————————————————————————–

akan bersambung,,,,

p/s : entry dah panjang sangat :)

Advertisements

2 thoughts on “dari pagi ke petang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s